Masjid Kuno Era Awal Pasca Rasulullah Wafat Ditemukan Arkeolog Israel


 

Peninggalan merupakan salah satu bukti kehidupan dan beberapa peristiwa yang terjadi di masa lampau, dimana ini biasanya memang ditemukan dalam keadaan sudah tidak utuh lagi. Namun kesan sejarahnya masih bisa dirasakan dari suatu benda atau tempat tersebut.

Nah, dalam pembahasan kali ini akan disampaikan mengenai salah satu bukti kehidupan dalam zaman setelah Rasulullah wafat.

Tim arkeolog Hebrew University menemukan temuan penting peninggalan generasi awal Islam pasca Rasulullah wafat. Temuan itu berupa sisa-sisa pondasi bangunan masjid yang dibangun pada generasi setelah meninggalnya Rasulullah.

Para arkeolog menemukan sisa-sisa pondasi masjid berusia sekitar 1.350 tahun di bawah masjid lain yang telah dibangun di atasnya di Tiberias, sebuah kota di Israel utara, dikutip dari Live Science.

Ketua tim arkeolog, Katia Cytryn-Silverman mengatakan, banyak masjid yang didirikan pada awal periode Islam seperti Masjid Nabawi di Madinah, Masjid Agung Damaskus, dan masjid al-Aqsa Yerusalem, masih digunakan sampai sekarang. Namun masjid di Tiberias ini berbeda, karena dibangun setelah Nabi Muhammad wafat.

Cytryn-Silverman mengatakan penggalian masjid di Tiberias memberikan kesempatan langka untuk mempelajari arsitektur rumah salat umat muslim dalam masa perkembangan Islam. Temuan tersebut menunjukkan toleransi para pemimpin Islam periode awal terhadap agama lain.

Sebab, di masa itu umat muslim yang beribadah di masjid ini bertetangga dengan orang Yahudi dan Kristen, di mana mereka juga memiliki bangunan rumah ibadah tak jauh dari sana, termasuk gereja monumental di dekatnya yang tampaknya merupakan gereja terbesar di Galilea.

Adapun, tim arkeolog memperkirakan masjid ini dibangun sekitar 670 Masehi, dan menjadikannya masjid untuk Salat Jumat tertua yang pernah ditemukan. Saat dibangun Tiberias telah menjadi kota yang diperintah kaum muslim selama beberapa dekade.

 


Dinamai setelah kaisar kedua Roma sekitar tahun 20 Masehi, kota ini adalah pusat utama kehidupan dan beasiswa Yahudi selama hampir lima abad. Sebelum penaklukannya oleh tentara muslim pada tahun 635 Masehi, kota Byzantium adalah rumah bagi salah satu konstelasi situs suci Kristen yang menghiasi garis pantai Laut Galilea.

Di bawah pemerintahan muslim, Tiberias menjadi ibu kota provinsi di kerajaan Islam awal dan berkembang menjadi terkenal. Khalifah awal membangun istana di pinggirannya di sepanjang tepi danau. Namun hingga saat ini, hanya sedikit yang diketahui tentang masa lalu muslim awal kota itu.

Para arkeolog telah mengetahui tentang situs ini sejak 1950-an. Namun, pada saat itu, sisa-sisa bangunan masjid disalahartikan sebagai pasar periode Bizantium yang tertutup.

Kesalahan tafsir ini berlanjut hingga ketika mendiang arkeolog Yizhar Hirschfeld menemukannya kembali pada akhir 2000-an. "Pondasi bundar kecil, sangat kasar dan asimetris, yang dia yakini berasal dari sebuah bangunan 'pasar'," kata Yizhar.

Namun, Cytryn-Silverman dan timnya menyadari menyadari bangunan ini sangat mirip dengan Masjid Agung Damaskus awal abad 8, yang masih berdiri, alih-alih pasar.

Berbagai penggalian di sana selama bertahun-tahun menemukan genteng yang rusak dari masjid. Masjid juga tampaknya telah diperluas selama bertahun-tahun dari konstruksi awalnya, namun runtuh akibat gempa bumi pada 1068.

Arkeolog juga menemukan rantai perunggu panjang yang dulunya merupakan penahan lampu kaca masjid. Meski lampu dalam kondisi pecah akibat reruntuhan, namun tim arkeolog ini masih menemukan sisa pegangan lampu yang memungkinkan mereka untuk mengidentifikasinya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Masjid Kuno Era Awal Pasca Rasulullah Wafat Ditemukan Arkeolog Israel"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel