Hanya Tamat SMP, Gadis Ini Kerja Keras Demi Bisa Tingkatkan Pendidikannya


 

Tidak selamanya orang dapat berbuat apa yang telah diimpikannya selama ini, dikarenakan faktor dan kondisi keuangan keluarga juga menjadi salah satu penghambat terbesar dalam menempuh perjalanan hidup.

Tak jarang kita menyaksikan kerasnya kehidupan di dunia ini, seseorang harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengejar cita-cita yang telah diimpikannya selama ini.

Keadaan ekonomi memaksa beberapa orang memilih untuk tidak melanjutkan sekolah. Keadaan memaksa mereka untuk memilih bekerja demi keluarga meski jauh di lubuk hatinya menginginkan menikmati masa-masa sekolah seperti teman-teman seusianya.

Seperti halnya perempuan bernama Miftahul Jannah ini. Ia harus berjibaku bekerja setelah tamat SMP. Ia terpaksa mengubur mimpinya melanjutkan sekolah ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi. Namun, ia memiliki tekad kuat untuk sekolah kejar paket meski harus pontang-panting cari uang demi biayanya.

Kisah perempuan berusia 20 tahun ini sukses mencuri perhatian publik di dunia maya lantaran hidupnya sangat berat hingga harus mengejar sekolah paket C. Di akun Twitter @nitijinew, Miftahul menceritakan bagaimana hidupnya berubah drastis usai ayahnya meninggal dunia.

Diceritakan, Miftahul merupakan sosok perempuan yang dulunya manja apalagi kepada ayahnya. Namun, hal itu seketika berubah kala sang ayah meninggalkan dirinya untuk selamanya saat ia masih duduk di bangku SMP.

Dari sinilah, hidupnya berubah hingga membuatnya tertatih-tatih menjalani hidup bersama sang ibu tercinta. Akibatnya, perempuan kelahiran Jakarta, 29 November 2000, ini tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMA karena alasan ekonomi.

 


"Di umur 16 tahun gua harus kehilangan bapak dan itu jadi hari patah hati terbesar dalam hidup gua. Dan ketika gua lulus SMP gua harus ngerasain patah hati lagi karena gak bisa lanjut ke SMA (faktor biaya). Waktu itu gua ngerasa jadi remaja paling sengsara," tulisnya.

Layaknya petir di siang bolong, Miftahul mengaku patah hati sedalam-dalamnya karena tak menyangka sang ayah yang merupakan pahlawan dan tempat curhat baginya begitu cepat meninggalkannya. Nyaris setiap hari, air matanya menetes ketika mengingat sang ayah.

Tidak hanya itu saja, usai lulus dari SMP, air matanya kembali menetes karena ia tidak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Terlebih, sejak sang ayah meninggal, keuangan mereka disebut sangat miris.

Sejak itulah, ia pun mencari pekerjaan dan diterima sebagai cleaning service di sebuah bioskop di Jakarta. Di saat usianya 17 tahun, ia harus pontang-panting bekerja membantu ibunya untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

 


"Susah banget nyari kerja modal ijazah SMP, tapi untungnya gua bisa diterima jadi cleaning service di bioskop. Di umur 17 tahun, harusnya itu jadi masa-masa gua belajar di sekolah/main bareng teman-teman. Tapi, gua malah sibuk nyari duit," tulisnya lagi.

Terkadang, ia kerap tertidur di balik bioskop usai membersihkan sejumlah ruangan. Akan tetapi, meski hanya sebagai cleaning service, Miftahul mengaku masih ingin melanjutkan pendidikan dengan mengejar sekolah paket C.

Hingga kemudian, ia pun mendaftar dan diterima. Sehari-hari, perempuan yang satu ini membiayai sendiri keperluannya. Bahkan, Miftahul mengaku seakan tidak mengenal lelah lantaran dirinya juga harus bekerja dan sekolah.

Meski hanya sekolah paket C, ia mengaku sangat bersyukur apalagi ijazah tersebut bisa bermanfaat baginya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Kini, Miftahul mengaku ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

Kendati demikian, niat tersebut harus tertunda lantaran dirinya saat ini tidak bekerja akibat penutupan bioskop karena pandemi COVID-19.

"Selamanya gua harus bersyukur dan berterima kasih sama diri gua sendiri karna udah kuat dan bisa nerima suratan takdir yang dikasih sama Allah. Hidup nggak segampang yang kita mau dan hidup nggak sesulit yang kita takutin," tulisnya.

Namun, ia merasa harus kuat. Terlebih ada sosok sang ibunda yang bisa membuatnya selalu merasa kuat. Ia mengatakan bahwa semenjak SD sang ibu sudah jualan kue keliling dan tidak pernah mengeluh.

"Pokoknya selama ada emak di sisi gua, insyaallah gua kuar," pungkasnya.

Begitulah kegigihan dan perjuangan seorang perempuan bernama Miftahul Jannah demi mengejar sekolah paket C. Bahkan, dirinya mengaku bercita-cita menjadi guru. Tak ayal, kisah tersebut sempat viral di Twitter hingga ramai diperbincangkan warganet dan mendapat komentar-komentar haru.

"Setelah baca ini gue sadar hidup gue cuma kurang bersyukur punya ortu lengkap berpenghasilan yang cukup bgt buat ngebiayain gue sekolah sampe tamat SMA, buat ngasih jajan gue, buat nurutin kebutuhan/permintaan gw, gw difasilitasi ama orang tua aja masih ngeluh ditawarin kuliah malah lebih," tulis @fakeromas.

"Gua malu banget sumpah baca ini. Gua jadi sadar kalau gua kurang bersyukur banget. Sering ngeluh masalah kuliah karena gua ngerasa bukan ini jurusan yang gua mau. Sering banget gua ngerasa jadi orang yang paling susah hidupnya tapi jarang banget buat gua nengok ke bawah," sahut @beeeyyeah.

"Gue malu baca thread ini, kadang skincare habis terus nggak ada duit aja udah ngerasa paling susah," timpal @idkwh0i.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hanya Tamat SMP, Gadis Ini Kerja Keras Demi Bisa Tingkatkan Pendidikannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel