Demi Bisa Beli Beras, Anak Ini Rela Mulung Botol Bekas dari Malam Hingga Pagi


 

Ada berbagai macam cara untuk menghadapi hidup, dimana mulai dengan kehidupan yang sederhana dan ada pula dimana orang-orang bisa mengalami kehidupan yang serba kecukupan. Dan hal tersebut menyesuaikan dengan kondisi keuangan daripada setiap keluarga.

Tidak pandang bulu, mulai dari kalangan orang dewasa hingga anak-anak pun akan turun tangan untuk bekerja apabila diperlukan. Padahal masa anak-anak merupakan waktu dimana untuk memuaskan diri bermain, tapi tidak selamanya semua bisa demikian.

Masa anak- anak biasanya jadi masa anak bermain serta belajar. Tampaknya, perihal ini sama sekali tidak dapat dialami oleh seseorang bocah pria bernama Fandi. Bocah berumur 7 tahun asal Medan ini wajib menolong orang tuanya mencari nafkah dengan jadi seseorang pemulung.

Cerita bocah bernama Fandi ini belum lama ramai dibicarakan di media sosial sehabis videonya dikala memulung dibagikan oleh akun Facebook, Photo Lepas. Berikut cerita Fandi sepenuhnya.

Dalam video yang tersebar, terlihat bocah kecil ini lagi memanggul karung goni yang apalagi ukurannya lebih besar dari tubuhnya. Dengan kaki kecilnya, dia menyusuri sejauh jalur Menteng Raya, Kota Medan buat mengais sisa- sisa botol serta plastik walaupun telah larut malam.

Fandi sendiri dikala ini duduk di bangku kelas 2 SD di salah satu sekolah negara di Pasar 5 Tembung, Medan. Dia mempunyai 4 orang kerabat serta kebetulan jadi anak awal. Tiap harinya selepas maghrib, bocah kecil ini hendak mulai berkelana mengumpulkan botol ataupun benda sisa yang lain yang dapat dia jual. Umumnya, Fandi hendak berkelana semalaman serta baru hendak kembali keesokan paginya jam 7 saat sebelum berangkat ke sekolah. Seluruh ini Fandi mau jalani demi meringankan beban orang tuanya.

Dikala ini, Fandi tinggal di Jalur Bromo Gang Seto, Medan Denai. Umumnya dalam mengais rupiah, dia hendak menyusuri Jalur Bromo, Jalur Menteng 2, Jalur Menteng Raya, Jalur Jalur Pembelajaran Swadaya, serta kembali lagi ke Jalur Bromo. Dalam video itu, Fandi mengakuu dirinya memulung sebab tidak terdapat duit buat membeli beras. Si bapak lagi sakit sedangkan ibunya tengah berbadan dua.

Umumnya, dari hasil berkelana semalaman Fandi dapat mengumpulkan satu karung benda sisa yang nantinya hendak dia jual. Dari hasil mengumpulkan benda sisa semalaman, satu karung goninya umumnya cuma dihargai Rp. 10 ribu saja. Masih dari akun yang sama, dikenal bapak Fandi baru kena PHK akibat pandemi yang kesimpulannya terpaksa membiarkan si anak memulung. Tidak hanya itu, dikala ini dirinya pula lagi mengidap pembengkakan kaki sebab asam urat.

Bagi penuturan si bapak, umumnya Fandi memulung bersama kakeknya. Dia pula menuturkan kalau sesungguhnya dia buka usaha jualan kecil- kecilan di rumah, cuma saja modalnya telah habis buat makan. Sehabis videonya viral, syukurnya belum lama ini Fandi menemukan dorongan. Salah satunya dari Kabaharkam Polri Medan, Komjen Pol Agus Andrianto. Dia menghubungi Fandi lewat sambungan video call serta membagikan dorongan berbentuk sembako serta beberapa duit pada keluarga Fandi.

Mudah- mudahan dilancarkan rezekinya ya buat keluarga Fandi. Senantiasa semangat ya buat Fandi!

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Demi Bisa Beli Beras, Anak Ini Rela Mulung Botol Bekas dari Malam Hingga Pagi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel