Supaya Bisa Hidup Bersekolah, Bocah Ini Bawa Neneknya yang Disabilitas Saat Ngamen



Kondisi seseorang memang berbeda-beda, dimana ada yang diberkahi dengan kehidupan yang layak, akan tetapi ada juga kalangan yang harus berjuang untuk mempertahankan kehidupannya. Dan mereka yang berasal dari kalangan bawah juga memiliki ragam varian usaha dalam memenuhi kebutuhannya.

Seperti yang dilakukan oleh bocah satu ini, dimana dirinya harus ngamen untuk tetap melanjutkan sekolah serta hidupnya. Lebih parahnya yakni dirinya juga membawa neneknya yang disabilitas setiap kali ngamen.

Seorang bocah bernama Fauzan belum lama ini mencuri perhatian setelah dirinya tetap berusaha sekolah dengan mengamen untuk membantu dan berusaha membelikan kaki palsu untuk neneknya.

Dalam unggahan di laman Amal Sholeh yang diunggah oleh Yayasan Bantu Tetangga Mulia, Fauzan menyusuri setiap lorong dan gang jalanan rumahnya untuk sampai ke sekolah. Sambil sesekali ia membenarkan posisi tasnya dan menatap burung-burung yang keluar mencari makan.

Sepulang sekolah, biasanya ia akan segera meletakkan tas dan bajunya. Berganti dengan pakaian rumah dan mengambil sepiring nasi, beserta lauk seadanya.

Fauzan selalu membalas dengan senyum dan mengambilkan sepiring nasi lagi untuk neneknya. Momen ketika makan bersama adalah hal yang paling disyukuri oleh Fauzan. Ketika selesai makan dan hari terasa lelah baginya, Fauzan akan tidur dipangkuan nenek. Di kaki neneknya yang sudah tidak sempurna lagi akibat terlindas kereta api ketika sedang berjualan.

Saat sore hampir tiba, Fauzan akan buru-buru mengambil kursi roda Neneknya yang bernama Suryani. Didorong dan dibawanya Nek Suryani mengamen di jalanan demi mendapatkan nafkah dan menabung untuk biaya sekolah. Puluhan kilometer Fauzan telusuri jalan dengan mendorong kursi roda neneknya.

Dari lampu merah ke lampu merah yang satu, suara parau sang nenek selalu menyumbangkan lagu ke pengendara motor dan mobil. Fauzan selalu menemani temani sang nenek. Terkadang ketika bisa mencuri-curi waktu, Fauzan akan mengeluarkan buku dari tas yang dibawanya mengamen.

“Maafin nenek ya, Cu…,” ucap Nenek Suryani sembari mengusap kepala Fauzan yang tengah mengerjakan PR.

“Fauzan janji akan tumbuh jadi anak yang baik dan sukses, biar bisa kasih hadiah kaki palsu ke nenek. Nenek tunggu Fauzan dewasa, ya,” ucapnya tetap ceria.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Supaya Bisa Hidup Bersekolah, Bocah Ini Bawa Neneknya yang Disabilitas Saat Ngamen"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel