Salut, Kakek Ini Enggan Mengemis Meski Kondisinya Sudah Tua Renta Untuk Hidup



Semangat juang dalam mempertahankan hidup oleh seseorang memang berbeda-beda, dimana ada kalanya orang yang hanya mengandalkan belas kasih dari orang lain tanpa melakukan apapun. Akan tetapi ada juga yang masih ada usaha untuk bekerja demi mendapatkan penghasilan guna sesuap makan.

Salah satunya yakni seperti kakek berikut, dimana meski tua renta tetap berdagang untuk hidup. Kakek tersebut tidak mau kalau dirinya cuman jadi beban atau mendapatkan penghasilan tanpa melakukan apapun alias mengemis.

Ini terjalin pada kakek yang dirinya bekerja selaku penjual kaca di kawasan Pasar Lingkar Timur, Provinsi Bengkulu.

Dengan panasnya terik matahari yang bersinar tidak mematahkan semangatnya buat senantiasa berjualan.

Dirirnya senantiasa berupaya buat mencari nafkah buat menghidupi dirinya serta anaknya.

Lewat akun Facebook Selamat Pagi Indonesia gambar kakek tersebut diunggah.

Di tepi jalur dirinya nampak duduk beralaskan sandal jepit.

Dengan kemudian lalang kendaraan yang menciptakan polusi ia wajib bertahan.

Walaupun umurnya tidak lagi muda, kakek ini tidak memilah buat berpangku tangan jadi peminta- minta.

Kaca- kaca yang dijual itu diberi harga Rp 5. 000, Rp 7. 500, serta Rp 10. 000.

Tanpa letih dirinya senantiasa tersenyum walaupun kehidupan baik tidak berpihak padanya.

Netizen yang memandang gambar tersebut tersentuh hatinya.

” Dia allah ngk siuman air mata menetes keluar memandang poto ini.. Semogak kakek dimurahkan rezekinya di pajangkan usia nya. Dn dagangannya laris seluruh.. Aminnn…” tulis Ipank Riadi Ciiputradestaanuggrah.

” Orang yg semacam inilah yg wajib di perhatikan oleh: 1. kepala desa di lanjutkan ke pemerintah atasan supaya di perhatikan demi ksejahteraan hidup mereka. supaya terdapat nampak SECARA NYATA Kalau PAKIR MISKIN Serta ORANG2 JOMPO DI PELIHARA OLEH Negeri,”

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Salut, Kakek Ini Enggan Mengemis Meski Kondisinya Sudah Tua Renta Untuk Hidup"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel