Tubuh Ringkihnya Di Paksa Kuat Memanggul Beban Demi Sesuap Nasi Hidupi Anak Lumpuh, Nek Saebah Hanya di Upah 10.000 Ribu

Tinggal dirumah tidak layak huni ibu Saebah tidak punya MCK untuk kebutuhan BAB nya bu Saebah harus pergi ke sungai. Untuk kebutuhan air ibu Saebah juga masih harus menimba, di umurnya yang sudah tidak kuat ibu Saebah sering meminta tetangganya untuk menimbakan air disumur.





Dulunya pak Karmin bekerja, namun saat pulang kerja saat sore hari, pak Karmin mengalami kecelakaan tabrak lari 6 bulan yang lalu , sekarang keadaanya tidak bisa bekerja karena kakinya sedang dipasang pen dan belum diambil. Untuk Pengobatanya sendiri pak Karmin menggunakan BPJS namun untuk biaya operasionalnya sendiri pak Karmin di bantu oleh ibu Saebah.


Pak Karmin adalah menantunya bu Saebah, anaknya sendiri sudah meninggal karena sakit. Sekarang cucunya ikut dengan saudaranya karena cucunya di rumah tidak punya teman. Di desanya jarang ada anak kecil. Jadi cucunya jarang pulang kerumah.





Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya ibu Saebah ''ngarit" yang dalam bahasa indonesianya yaitu mencari rumput untuk kambing yang diupah oleh pemilik kambing ketika kambingnya hendak dijual, namun ibu Saebah tidak mau jika harus menunggu kambingnya dijual untuk dapat upah.


Untuk makan sehari-hari ibu Saebah memang memintanya dari upah mencari rumput tersebut agar dibayar setiap hari, Jadi si pemilik kambing setiap harinya mengasih 10rb untuk satu karung rumput dan mengasihi makan 2 kali kambingnya.




Dengan penghasilan tersebut cukuplah untuk makan ibu Saebah dan Pak Karmin setiap hari. Tidak sampai untuk membetulkan rumahnya yang banyak bocor, tiada MCK dan dikamar bu Saebah pun tidak pakai kasur untuk tempat istirahatnya. Yang menjadi beban ibu Saebah yaitu kesembuhan pak Karmin, melihat kakinya yang tidak mudah kering dan belum juga lepas pen, bu Saebah lah yang harus banting tulang untuk semua kebutuhannya.


Di usianya yang sudah rentan, bu Saebah sering merasakan pusing, sakit pinggang dan kakinya. Untuk berjalan saja sudah tertatih.


Ketika Tim Rumah Yatim melihat ibu Saebah sedang mencari rumput, ibu Saebah mencari rumput di pinggir jalan, karena untuk pergi ke kebun kakinya sudah tidak kuat berjalan jauh.



Ketika sepulang dari mencari rumput, ternyata dirumah belum ada makanan karena bu Saebah belum ada beras untuk dimasak, lalu bu Saebah berhutang dulu satu kilo beras untuk segera beliau masak, untuk lauknya bu Saebah bisa mencari daun di kebun yang bisa beliau masak.


Untuk kebutuhan yang terpenting sekarang yaitu bu Saebah ingin sembako untuk kebutuhan ramadhan, sehingga tidak perlu mencari rumput , bu Saebah ingin fokus mengaji dan berpuasa di bulan Ramadhan kali ini. Bu Saebah merasa tubuhnya tidak kuat jika berpuasa sambil mencari rumput di kebun.

Untuk Donasi Silahkan klik https://www.donasionline.id/neksaebah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tubuh Ringkihnya Di Paksa Kuat Memanggul Beban Demi Sesuap Nasi Hidupi Anak Lumpuh, Nek Saebah Hanya di Upah 10.000 Ribu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel