Hidupi 3 Anak Piatu, Nenek Pencari Rongsok Berjalan 10 KM Demi Sesuap Nasi



Nenek Rosidah ( 69 tahun),lansia ini harus berjuang menjadi tulang punggung keluarga menafkahi 3 cucunya serta saudaranya yang sudah lanjut usia. Dulu sebelum suaminya meninggal, nenek dan mendiang suaminya kerja sebagai petani.



Sudah 6 tahun lamanya Nenek Rosidah merawat 3 cucunya karena ibunya (Nurlia, 32 tahun) meninggal dunia 8 tahun lalu akibat penyakit asam lambung yang lama dideritanya dan tak pernah diobati. Sementara ayah mereka bernama Suryaman (40 tahun) yang telah lama merantau ke Medan dengan bekerja serabutan. Pak Suryaman hanya sesekali mengirim uang 150 ribu saja, yang tak bisa menutupi kebutuhan hidup anak-anaknya.


“ kasian cucu-cu saya sering ditinggal ayahnya, jadi walaupun saya kekurangan, saya rawat sendiri cucu saya” ujar Nek Rosidah.




Sangat disayangkan ketiga cucu Nek Rosidah ini tidak ada satupun yg mengenyam pendidikan dikarenakan Nek Rosidah tak punya uang untuk membiayai sekolah mereka.


“Cucu saya yang pertama namanya Sopiani, dia tidak mau sekolah lagi karena usianya sudah remaja dan dirinya hanya ingin fokus membantu nenek dirumah saja. Cucu saya yang kedua bernama Ayu, juga tidak mau sekolah lagi karena dia merasa malu kepada kawan lainnya sudah 2 tahun ini pendengarannya terganggu, cucu saya yang ketiga Suryadi kemarin sempat saya sekolahkan di MDA, namun karena corona untuk saat ini lebih fokus membantu saya dirumah saja” cerita Nek Rosidah kepada Tim Relawan Rumah Yatim.




Ayu lah yang selama ini menemani nenek keliling mencari barang rongsokan. Cucu Nek Rosidah memiliki tugas masing-masing, Sopia membantu nenek menjaga ternak ayam dan bunga di rumah, Suryadi juga ikut membantu kakak dirumah, sedangkan ayu menemani nenek keliling mencari barang rongsokan.


Kesehariannya Nek Rosidah mencari barang rongsokan berangkat jam 8 pagi pulang jam 6 sore. Tubuh ringkihnya yang sudah renta, sekuat tenaganya mendorong gerobak menempuh perjalanan sejauh 10 KM ditemani oleh cucunya, Ayu. Dulu Nek Rosidah sanggup tiap hari keliling mencari barang bekas, namun sudah 1 tahun ini Nek Rosidah sudah tidak sanggup lagi rutin mencari barang bekas karena terkena penyakit asam urat yang dideritanya, untuk sekarang nenek hanya sanggup kerja 2 atau 3 kali seminggu mencari rongsokan tergantung kesehatan badannya.





Hanya sedikit uang yang didapat dari usaha mengumpulkan barang rongsokan Nek Rosidah tersebut, kalau banyak barang bekas yang dikumpulkan, penghasilannya bisa sampai 50 ribu. Namun jika barang sedikit terkumpul, selama ini nenek sering mendapatkan penghasilan sebanyak 20 ribu saja perharinya.


“Dengan penghasilan yang sangat sedikit ini, kami sering makan nasi bersambalkan royco dan kecap saja, jika ada uang kami hanya bisa beli sambal telur dan mie instan saja” lirih Nek Rosidah.


“Selama 6 tahun saya merawat mereka, tidak pernah satupun mereka saya belikan baju baru dan semua yang mereka pakai selama ini berasal dari pakaian bekas dari pemberian orang-orang” lanjut sang nenek.


“ya beginilah nasib ketiga cucu saya, 6 tahun saya merawat mereka ibarat mereka hidup dalam lingkungan bersampah”ujar Nek Rosidah.



“Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Thabrani). Seorang laki-lai bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Nabi SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).


#pejuangkebaikan, melihat kondisi Nek Rosidah dan ketiga cucunya dalam keprihatinan dan harus berjuang ditengah himpitan ekonomi. Berikan sedekah terbaikmu, Agar Nek Rosidah memiliki hidup yang lebih layak.


Donasi klik https://www.donasionline.id/bantunenekrosidah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hidupi 3 Anak Piatu, Nenek Pencari Rongsok Berjalan 10 KM Demi Sesuap Nasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel