Ayah dan Dua Anak Balitanya Ini Hanya Makan Nasi dengan Penyedap Rasa

 



“Ya.. Allah jangan kau cabut nyawaku dulu sebelum anak-anak ku tumbuh dewasa,” ujar Pak Udin (59) seorang ayah yang berjuang merawat dan membesarkan dua anak kembarnya seorang diri.


Perjuangan Pak udin sebagai ayah dari tiga anaknya sangat mengharukan. Ia berjuang bekerja keras untuk menghidupi dua anak kembarnya yang berusia 4 tahun dan anak bayi yang baru berusia 3 bulanan.




Saat istrinya melahirkan anak ketiga, kebahagian dan kesedihan nya bercampur menjadi satu. Tepat di Bulan Agustus 2020, sang istri meninggal dunia satu jam usai melahirkan. Kini di usia senjanya Pak udin harus mengurus dan membesarkan ketiga anaknya seorang diri tanpa sanak saudara.


Selepas istrinya meninggal, Pak udin tidak bisa bekerja seperti biasa. Semua harta bendanya habis terjual digunakan untuk biaya operasi caesar almarhumah istri. Ia juga terpaksa pindah ke kontrakan yang lebih murah.


Di sebuah kontrakan sederhana yang terbuat dari papan triplek itu, Pak Udin disibukkan dengan mengurus ketiga anaknya. Ia tidak bisa bekerja karena tidak ada yang mengurus, tak ada sanak saudara terdekat untuk di mintai tolong mengurus anak anak nya yang masih balita itu.




“Mereka masih pada kecil, sebagai ayah sekaligus jadi ibu buat mereka, saya berusaha memberi perhatian dan kasih sayang yang penuh, supaya anak-anak gak kesepian,” ceritanya


Ia menyadari, ketiga anaknya masih sangat membutuhkan sosok ibu untuk tumbuh kembangnya. Akhirnya pak Udin merasa sudah tak sanggup lagi mengurus anak ketiga nya yang masih bayi dan tak bisa lagi mencukupi kebutuhan asupan gizi dan susu nya.


Karena Himpitan ekonomi Pula, akhirnya dengan berat hati dan terpaksa pak udin menyerahkan anak yang ke tiga nya itu kepada rekannya yang belum dikaruniai keturunan. Kini pak udin Tinggal Bertiga dengan Anak kembar nya, Sarah dan Sabang yang masih Berusia 4 tahun.


Untuk menyambung hidup Pak Udin bekerja menjadi tukang parkir di salah satu toko baju. Setiap hari Pak Udin berjalan 5 KM sambil membawa dua anak kembar balita nya.


“Pak, sarah capek pegel, masih jauh gak kita jalannya ? Ujar Sarah,



“ya.. mau bagaimana lagi, jadi juru parkir pendapatannya gak nentu. Bukannya gak kasihan dengan anak-anak, uang yang saya dapatkan mending kami belikan satu bungkus mie instan agar bisa makan bareng mereka.” Jelas Pak Udin


Pak Udin tidak punya pilihan lain mengajak anak-anaknya jalan kaki berkilo-kilo meter. jika ditinggalkan tidak ada yang menjaga. Ia tidak punya uang Jika naik angkutan umum pulang pergi. Penghasilan jadi juru parkir pendapatan nya tak menentu.


“Kadang kalau ramai dapat 40 ribu dari jam 09 pagi sampai sore. kadang klo toko nya lagi sepi saya hanya dapat 6 motor kali 1000 rupiah saja,”



Terkadang hanya menerima belas kasihan dari tetangga sekitar Untuk makan sehari hari nya. Bahkan saat tak ada lauk untuk makan, pak Udin dan anaknya hanya makan nasi dengan garam saja. Terkadang dengan bumbu penyedap yang diseduh dengan air hangat untuk lauk makan Bersama


Sahabat, sudahkah kita bersyukur hari ini ? Disaat kita bisa makan dengan enak dan tenang, ternyata masih ada keluarga yang hanya bisa makan nasi dan garam, namun masih bisa disyukuri.


#pejuangkebaikan, Pak Udin adalah sosok pejuang keluarga yang dengan gigih menghidupi ddua anak kembarnya di tengah kesulitan yang semakin melilit.

Donasi klik https://www.donasionline.id/kisahpakudin

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Ayah dan Dua Anak Balitanya Ini Hanya Makan Nasi dengan Penyedap Rasa"

  1. Selamat memelihara Tuhan memberkati bapak dalam hidup ini

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel