Niat Ceraikan Suaminya Karena Miskin, Wanita Ini Justru Menangis Saat Lihat Kotak Rahasia


Saat sudah memutuskan untuk menikah terhadap seseorang, jelas niatan dan tekadnya harus bulat serta siap menerima apapun yang terjadi kedepannya. Segalanya dilakukan bersama atas keputusan sang suami sebagai kepala keluarga. Namun ada beberapa hal yang mungkin sudah terlewat batas, hingga pada akhirnya berujung perpisahan.

Suatu saat seorang wanita baru saja memutuskan sesuatu hal yang merubah kehidupannya. Sebuah kehidupan mewah yang biasanya ia rasakan, pada akhirnya berubah drastis saat ia memutuskan menikah dengan seorang pria yang sederhana.

Begitu yakin dan mantapnya akhirnya mereka pun menikah dan berusaha untuk hidup mandiri tanpa bantuan dari orang tuanya. Banyak lika-liku di lalui dan semuanya mereka hadapi bersama.

Pernah suatu saat dimana hari itu adalah ulang tahun dirinya, sementara di rumahnya tidak ada yang bisa di buat makan. Suami pun ia lihat bekerja sebagai seorang pedagang mainan, namun belum ada yang laku dari pagi hingga malam hari.

Pulang dengan gontai sang suami pun datang kepada istrinya, dan memegang tangannya sembari berkaca-kaca. "maaf ya de, hari ini mas belum dapat uang. Dan juga selamat ulang tahun, mungkin saat ini kita sulit tapi mas berusaha untuk bisa merubah keluarga kecil kita ini"

Perkataan yang membuat hati istrinya menjadi tentram. Semenjak saat itu ia melihat suaminya bagai seorang yang amat keras dalam berusaha dan berdoa. Terus menerus ia berusaha tahan hidup sulit bersama sang suami.

Akhirnya saat ia sedang membantu suami berjualan mainan, ada seorang pria paruh baya datang menghampirinya. Saat itu sang suami pergi sebentar ke mushola untuk menunaikan shoalt duha dan dagangannya istrinya yang menjaga.

Ia dan pria paruh baya itu ngobrol saling sapa basa-basi, hingga ia ditawari sesuatu yang menggiurkan. Yaitu menemaninya satu malam dan ia akan di berikan uang yang banyak. Ia di tinggali kartu nama.

Begitu lama ia melihat kartu nama tersebut, hingga suara sang suami memanggilnya. Ia pun terkaget dan dengan sigap menyembunyikan kartu nama tersebut. Hari-hari dilalui dan ia pun iseng untuk menelepon nomer yang ada dalam kartu nama itu tanpa sepengetahuan suami.

Mereka pun akhirnya mencoba berhubungan, walaupun hanya sekedar sambungan telepon maupun pesan sms. Tak jarang ia mendapatkan kiriman uang yang begitu banyak. Terus menerus merasakan uang yang banyak akhirnya timbulah niat untuk menceraikan suaminya untuk datang pada sang pria lain.

Ia menunggu momen yang tepat. Saat momen yang tepat itu datang, terdengarlah kabar bahwasanya suaminya mengalami kecelakaan. Ia pun bergegas untuk datang ke rumah sakit, namun saat ia datang suaminya telah tiada.

Perawat pun menitipkan secarik keratas pesan dari suaminya sebelum meninggal. Ia pun membaca sembari berkaca-kaca. Setelah pengurusan jenazah selesai dan penguburan usai, ia pun menangis sesenggukan mengingat penghianatan yang ia lakukan.

Ia pun membuka surat tersebut, dan disitu tertulis bahwasanya ada sebuah kota yang suaminya simpan sebagai hasil dari kerja kerasnya selama ini. Dan didalam surat tersebut juga disebutkan bahwasanya ia tak hanya menjual mainan saja, melainkan ia juga bekerja sambilan yang lain seperti menjadi tukang, menjadi broker tanah dan semua yang bisa menghasilkan selama itu halal.

Saat ia buka, betapa terharunya ia karena di dalamnya ada barang-barang mahal yang ia impikan dahulu. Bahkan didalamnya ada buku rekening beserta kartu atm yang telah di beritahu kode untuk mengambil uangnya. Dan uangnya pun sangat banyak.

Sebuah pengorbanan suami yang tanpa diketahui istrinya menjadikan sang istri semakin kangen dan penuh penyeslaan. Ia menyesal mengapa ia dahulu berniat ingin meninggalkan suami yang begitu berjuang dalam membahagiakannya.

Sumber: kisah ini merupakan imajinasi penulis untuk menggambarkan kisah yang menyentuh

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Niat Ceraikan Suaminya Karena Miskin, Wanita Ini Justru Menangis Saat Lihat Kotak Rahasia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel