Masih Pengantin Baru, Suami Habisi Nyawa Sang Istri, Cemburu Pujaan Hati Sering Nelpon Mantan Pacar


Ketika sudah berumah tangga dan bersuami istri, alangkah lebih baik ketika ada berbagai macam hal itu diselesaikan dengan baik-baik, tidak ada yang ditutupi antar keduanya, apalagi kalau sampai ada kejadian hubungan gelap ini malah bisa memicu permasalahan.

Mungkin kalau sampai pisah rumah saja tidak menjadi masalah, akan tetapi sayang suami ini terlewat emosi hingga pada akhirnya tega menghabisi pasangannya sendiri.

Diduga tidak bisa mengendalikan emosi, Pentiko tega menusuk istrinya yang baru dinikahi 5 bulan yang lalu.

Pengakuan Pentiko, dirinya merasa sang istri mengkhianati cintanya hanya demi mantan pacar.

Pentiko mengatakan, sebelum menikah ia sempat bertemu dengan mantan pacar sang istri.

 Ia juga sempat mengungkapkan kepada sang istri, untuk tidak lagi berhubungan dengan mantan pacarnya.

"Ketika itu sampai aku bilang di depan mantan pacarnya itu. Pilih saya atau mantan pacarnya. Istri saya jawab pilih saya.

Makanya saya bilang, jangan lagi berhubungan dengan mantan pacarnya. Katanya iya," cerita Pentiko.

Dari situlah, mereka memutuskan untuk menikah.

Meski sang istri janda beranak tiga, Pentiko  tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Pelaku sendiri merupakan duda beranak satu meski anaknya bersama mantan istrinya.

Dua bulan pernikahan, rumah tangganya berjalan harmonis.

Masuk bulan ketiga, rumah tangganya bersama sang istri sering terjadi keributan.

Sang istri sering menelpon mantan pacarnya dan mendapat masukan dari adik sepupunya lebih baik meninggalkan tersangka.

"Saya kenal dia juga dari ibunya. Ketika saya masih bekerja sebagai kernet bus AKAP, ibunya naik bus tempat saya kerja itu."

 "Saat sampai di Palembang, kata ibunya ia bersama anaknya yang janda.

Jadi dari situ kenalan dan bertukar nomor ponsel. Sampai akhirnya menikah," kata warga Jatim ini.

Memang, sejak dua bulan terakhir ia tidak lagi ikut bus AKAP.

Karena penumpang sepi, sehingga ia memutuskan untuk membantu sang istri yang menjual kue dan mengambil laundry.

Ia mengungkapkan, memang belum bekerja lagi dan hanya bisa membantu sang istri.

Karena hal itulah, dirinya selalu menjadi bahan olokan adik sepupu sang istri bila dirinya merupakan pria yang tidak bertanggung jawab.

"Mau bagaimana lagi, kondisi sekarang seperti ini. Bukan saya tidak mau bekerja.

 Tetapi lantaran itu, karena termakan olakan dari adik sepupunya dia malah mau meninggalkan saya.

Sekarang sampai jadi begini, mau menyesal sudah terlambat," katanya.

Kronologi kejadian

Tersangka tega memukul, membacok dan menusuk istrinya sendiri SAW (37) dengan dalih cemburu.

Ia mengaku sering mendapati istrinya saling telepon dengan mantan pacar.

Hal ini, diketahuinya melihat panggilan keluar di ponsel sang istri.

Terkadang, ia juga sering memergoki sang istri sedang berteleponan dengan mantan pacarnya ketika berada di dalam kamar.

"Kami menikah sudah hampir lima bulan, saya duda anak satu sedangkan istri janda anak tiga.

Dua bulan pertama, rumah tangga kami harmonis.

Baru tiga bulan terakhir ini mulai sering terjadi keributan, karena istri suka teleponan dengan mantannya," ujar tersangka.

Terlalu sering sang istri berteleponan dengan mantannya, membuat tersangka kesal atas tindakan yang dilakukannya.

Terlebih, ungkapan sang istri yang menganggapnya tidak berguna.

Namun, hal itu selalu dikesampingkannya dan ia juga selalu meminta maaf ketika selesai terjadi keributan

Puncaknya, ia tidak dapat menahan amarahnya lantaran adik sepupu sang istri menyuruh agar menikah dengan mantan pacar dan meninggalkan tersangka.

"Kata adik sepupunya, menikah saja dengan mantan pacar yang sering diajak telepon.

Ketimbang mengandalkan saya, lebih baik ditinggalkan saja.

Ketika itu, saya masih meredam amarah saya. Ketika di kamar itulah, terjadi keributan," katanya.

Saat di dalam kamar, terjadi keributan antara tersangka dan istrinya.

Terlebih, sang istri ingin berpisah dengan dirinya.

Ketika itulah, ia naik pitam dan keluar kamar.

Tersangka langsung menuju ke dapur dan mengambil pisau.

Pisau yang diambilnya diberikan kepada sang istri dan menyuruh sang istri menusuknya.

"Aku bilang, kalau kamu mau mengajak pisah lebih baik bunuh saja aku.

Dia tidak mau dan malah marah dan mencaci maki saya."

"Pisau yang dipegangnya, sempat direbut istri dan kembali saya ambil.

Saat saya rebut, pisau kena tangan saya ketika itulah saya kesal dan menusuk-nusuk dia," katanya.

Beberapa kali menusuk bagian tubuh istri dan leher, tersangka mengaku masih kesal.

Ia kembali ke dapur rumah mertuanya di Jalan Kanci Putih 6 Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan IB 1 Palembang untuk mengambil palu.

Palu itu langsung dipukulnya ke kepala sang istri. Melihat istrinya sudah bersimbah darah, ia memutuskan keluar rumah.

Ketika keluar kamar, ia bertemu dengan ayah mertuanya dan sempat bertanya kepada tersangka.

"Ayah bertanya kenapa, saya jawab Sri sudah kelewatan. Setelah itu saya langsung keluar untuk menyerahkan diri," katanya.

Ketika di jalan, ia sempat melepaskan baju yang penuh dengan darah sang istri.

Tersangka langsung menuju ke kawasan Macan Lindungan untuk menyerahkan diri ke polisi.

Ketika di simpang Macan Lindungan, ia bertemu dengan anggota laku lintas dan menyerahkan diri agar diantarkan ke Polsek.

"Saya bertemu dengan polisi, saya bilang habis menusuk dan memukul istri.

Minta antarkan ke Polsek, langsung saya dibawa ke Polsek sini," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pengakuan Pria di Palembang Tega Tusuk dan Pukul Istri Baru Dinikahinya 5 Bulan Lalu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Masih Pengantin Baru, Suami Habisi Nyawa Sang Istri, Cemburu Pujaan Hati Sering Nelpon Mantan Pacar"

  1. Kenapa gak sekalian adik sepupunya sibunuh.. Dasar tukang hasut

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel