Sejak Kecil Pemuda Ini Biayai Adiknya Sekolah. 20 Tahun Kemudian Ia Menerima Surat Isinya



Memang sih roda kehidupan terus berputar dan setiap balasan akan selalu diberikan terhadap orang yang telah melakukan suatu hal, dimana kejadian buruk akan dibalas dengan keburukan, dan kebaikan akan memetik buah segarnya di kemudian hari. Seperti halnya yang dilakukan oleh remaja berikut terhadap adiknya.

Diceritakan sebuah remaja dari keluarga harmonis begitu bahagia. Darwin berumur 16 tahun dan Elsa berumur 10 tahun merasa lengkap dengan kondisi keluarga mereka. Beruntung 2 orang remaja lahir dikeluarga kaya sehingga semua terpenuhi dengan mudah. Tapi, keadaan berubah seketika tatkala ayahnya sudah meninggal dunia sedang ibunya kabur dengan pria lain dan mereka terabaikan lantaran mereka sudah tak memiliki nenek atau kakek. Karena Darwin lebih tua maka ialah akhirnya yang menanggung semuanya. Tanggungjawab besar ada dipundaknya. Darwin memutuskan berhenti sekolah meskipun sudah kelas 2 SMA untuk menggantikan posisi ayahnya menafkahi adiknya sebab seluruh harta dibawa kabur oleh ibunya.

Referensi pihak ketiga

Diusia Darwin yang sulit mencari pekerjaan karena cuma ada ijazah SMP maka ujungnya ia bekerja sebagai kuli bangunan. Yah, pekerjaan tak perlu ijazah. Asalkan fisik kuat maka bisa dilakukan. Ia memutuskan membiayai Elsa agar tak putus sekolah. "Aku rela kerja mati-matian demi membesarkan Elsa. Walaupun aku yang berkorban, tapi Elsa harus punya Hidup yang lebih baik dari aku". Kalimat Darwin sebagai penyemangat dalam meraih rejeki. Ketika Darwin berumur 24 tahun dengan latar belakang anak orang kaya dulunya dan tampan selama bekerja sebagai kuli bangunan ia tentunya ada gadis cantik jatuh hati padanya. Namun hubungan itu kandas lantaran Darwin belum siap serius dan lebih mementingkan pendidikan adiknya ketimbang menikah apalagi Elsa diterima disebuah Universitas besar.



Referensi pihak ketiga

Jadi pikiran Darwin hanya terfokus pada masa depan Elsa yang butuh biaya pendidikan banyak. Waktu tak terasa begitu cepat, Elsa pun lulus kuliah karena ia juga pandai dikelas jadi ia mudah mendapatkan pekerjaan. Akhirnya dengan berat hati ia melepaskan adiknya kerja jauh darinya. Dan Elsa berjanji akan membalas Budi kebaikan Darwin dengan mengirim uang walau hanya sedikit. 2 tahun berlalu Elsa bekerja diluar kota tanpa kabar kecuali kiriman uang mengalir. Setiap kali Darwin menelepon pasti teleponnya tidak diangkat 1 tahun belakangan ini. Sampai kakaknya berpikir bila adiknya sudah lupa dirinya yang telah membesarkan selama ini karena sudah sukses di kota.


Referensi pihak ketiga

3 tahun berlalu akhirnya Darwin memutuskan untuk pergi mencari adiknya di kota tapi ia tak dapat kabar apapun. Alamat yang pernah diberikan itu sudah ditempati orang lain. Sampai tak sengaja bertemu teman dekat Elsa kemudian didesak mengatakan dimanakah adiknya berada lalu mengaku. Darwin diajak kesebuah kuburan kemudian dijelaskanlah bila adiknya telah meninggal dan berpesan untuk tidak memberitahu kakaknya jika ia menderita leukimia. Dan pemakaman juga tanpa kabar pada kakaknya. Ia menjelaskan jika Elsa sengaja melakukan itu agar tidak semakin merepotkan Darwin dan untuk kiriman uang itu dikirim atas perintah Elsa dari sisa gajinya agar kakaknya tak curiga. Sambil menyodorkan sebuah surat yang isinya. "Kak, terimakasih telah jadi malaikat yang membesarkanku selama ini, sekarang kamu tidak perlu repot banting tulang untuk mencukupi kebutuhan lagi, tapi pakai uangmu untuk membiayai masa depanmu. Jaga dirimu baik-baik ya kak". Surat terakhir yang membuat tetesan air mata meledak karena ternyata adiknya tidak lupa tapi telah meninggal dunia. Ternyata adik yang sejak kecil dibesarkan dan dibiayai sekolah ternyata 20 tahun kemudian dimana saat ia telah bekerja memutuskan menjauh agar kakaknya bahagia. Ia hanya menitipkan surat tanpa mau merepotkan lagi.

Kisah yang memberikan pelajaran bagi kita tentang rasa kasih sayang dalam keluarga. Orang terdekat akan memberikan segalanya bagi kita tanpa meminta imbalan sepeserpun maka sayangi mereka sepenuhnya.

Sumber:cerpen.co.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejak Kecil Pemuda Ini Biayai Adiknya Sekolah. 20 Tahun Kemudian Ia Menerima Surat Isinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel