Pembantu Bisu Sudah Mengabdi 10 Tahun Dirumahku. Ternyata Dia Sebenarnya Tidak Bisu Tapi


Ada berbagai macam pengorbanan yang dilakukan demi orang tercinta atau orang yang berharga dalam kehidupannya. Walaupun itu sebenarnya berat, akan tetapi dengan kuatnya perasaan cinta bisa membantu seseorang melewati itu semua.

Keluargaku cukup sederhana. Ayahku seorang pedagang kecil sedang ibuku guru SD (Sekolah Dasar). Walau begitu ada seorang pembantu yang telah mengabdikan dirinya dirumah kami semenjak aku kecil. Berdasarkan perhitungan sudah 10 tahun Bibiku mengurus rumahku sampai ayah dan ibu sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri. Waktu itu bibi ditemukan ibu dijalanan dengan pakaian lusuh serta kondisi menyedihkan. Saat mau dibawa ke rumah sakit dia menolak sambil menggerakkan tangan berkata "tidak" sebagai bentuk isyarat penolakan.

Referensi pihak ketiga

Merasa kasihan maka ibu membawa kerumah di beri pakaian bersih serta makanan. Ketika tampak sehat usai makan ia mengucapkan terimakasih juga dengan isyarat. Ibu bilang kalau Bibi sudah sehat boleh meninggalkan rumah tapi tiba-tiba bibi berlutut memohon agar ibu menerimanya menerimanya tinggal dirumah. Dia meminta kertas dan bolpoin kemudian menjelaskan jika dirinya tak memiliki anak dan keluarga, dirinya ingin bekerja sebagai pembantu dirumah, mencuci atau memasak dan pekerjaan rumah lainnya. Masalah bayaran, tidak banyak juga tak masalah yang penting ada tempat tinggal dan makan sudah cukup. Karena ibuku baik dan merasa kasihan akhirnya ia menyetujuinya untuk bisa menolong.

Referensi pihak ketiga

Selama bertahun-tahun ikut keluarga kami ia sangat rajin dirumah. Menyapu, mengepel memasak bahkan dikala ibu pergi ia merawatku seperti anaknya sendiri. Bibi memang bisu tapi dia baik sekali. Dirinya tak pernah mengabaikan tanggungjawab sedikitpun. Kini bibi sekitar umur 45 tahu dan ketika sakit diperiksakan ternyata dia mengidap kanker hati stadium akhir. Kami sekeluarga sepakat untuk membiayai pengobatan bibi namun dia menolak mentah-mentah dengan alasan kami tak usah membuang-buang uang, lebih baik untuk biaya sekolahku.

Semakin lama penyakit bibi semakin parah bahkan dirinya hanya berbaring di ranjang rumah sakit. Saat semua keluarga berkunjung sebuah bibi Mengucapkan sesuatu sambil menangis terisak-isak. "Nak, aku merasa lega dan tenang sekarang setelah melihat hidupmu bahagia, aku hanya berharap sekali saja engkau Panggil aku ibu" sambil memegang tanganku.

Referensi pihak ketiga

Mendengar itu tentu aku bingung karena bibiku bukanlah ibuku. Akhirnya Bibi bercerita tentang kisah hidupnya jika aku adalah anak angkat ibu dan bibi merupakan ibu kandungku. Hatiku hancur merasa tak percaya jika ternyata bibi pura-pura bisu selama ini agar bisa mendapatkan belas kasihan ibuku dan masuk dalam rumah kami. Aku lahir dari rahim bibi (pembantu dirumahku) yang dititipkan karena lahir diluar nikah sebab pacarnya tak mau bertanggungjawab sehingga saat dikampung bibi melahirkan, dimarahi orang tuanya serta dihina para tetangga sehingga untuk menyelamatkan aku maka bibi menitipkan aku didepan rumah orang tua angkatku.

Bibi melihat orang tua angkatku tak memiliki anak namun hidup harmonis dan berkecukupan. Saat tahu itu semua aku tercengang kaget ternyata pembantu rumah adalah ibu kandungku. Sambil menangis ibuku meminta aku memanggil bibi dengan "ibu". Sebelum ibu meninggal (bibi) meninggalkan uang senilai Rp 150juta rupiah hasil kerja selama dirumah ibu angkatku sebagai tabunganku. Dia berpesan untuk tetap sayang pada ibu dan ayah yang telah membesarkan aku. Setiap kali aku ingat itu aku menangis ternyata pembantu bisu yang dirumahku 10 tahun itu adalah ibu kandungku yang berpura-pura bisu untuk bisa bertemu aku dan merawatku.

Sumber:pastiseru.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pembantu Bisu Sudah Mengabdi 10 Tahun Dirumahku. Ternyata Dia Sebenarnya Tidak Bisu Tapi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel