Mahapati, Patih Majapahit yang Berakhir Dihukum Mati dan Tubuhnya pun Dicincang


Jauh sebelum masa penjajahan Belanda, Kerajaan Majapahit memang paling berkuasa di hampir seluruh Negara Indonesia. Dimana untuk kerajaan ini telah berpusat pemerintahan di Tanah Jawa, yang sampai sekarang masih ada beberapa barang peninggalannya sehingga bagi yang penasaran bisa mengunjungi museum ternama di Jawa Timur.

Pada awal masa Kerajaan Majapahit, hiruk pikuk perpolitikan dalam istana sangatlah pelik. Banyak pemberontakan terjadi yang dilatarbelakangi persaingan kedudukan. Seperti halnya yang dialami Mpu Nambi Patih pertama Majapahit. Dia menjadi korban persekusi setelah difitnah melakukan pemberontakan.

Dalam Kidung Sorandaka disebutkan, yang memitnah Mpu Nambi tiada lain adalah penasehat Prabu Jayanegara, yaitu Mahapati. Namun sehebat apapun siasat licik yang dilancarkan Mahapati, pada akhirnya tetap terungkap. Dia pun harus menjalani hukuman mati hingga tubuhnya dicincang.

Manuver yang dilakukan Mahapati sebenarnya sudah dilakukan sejak 1295. Kala itu, dia memperalat Ranggalawe agar melakukan pemberontakan terhadap Majapahit. Ranggalawe dihasut untuk menentang keputusan Raden Wijaya yang mengangkat Nambi sebagai patih. Sebaliknya, Mahapati juga menghasut Nambi agar menghukum kelancangan Ranggalawe. Akibat propaganda itu, perang saudara pertama di mantan 9 arya Singasari pun meletus. Ranggalawe tewas mengenaskan di Sungai Tambak Beras.

Tak berhenti disitu, pada tahun 1300, Mahapati juga menghasut Mahisa Taruna (Anak dari Kebo Anabrang) untuk membalas kematian Lembu Sora yang telah membunuh Kebo Anabrang ketika penumpasan pemberontakan Ranggalawe.

Referensi pihak ketiga

Siasat Mahapati terus berlanjut, pada tahun 1316, Mahapati mengadu domba Nambi dengan Jayanegara raja Majapahit waktu itu. Mahapati menyarankan agar untuk sementara waktu Nambi tinggal di Lumajang untuk menemani Arya Pranaraja yang sedang sakit parah. Dilain pihak, Mahapati justru menghasut Jayanegara dengan mengatakan jika Nambi tidak mau kembali ke Majapahit karena sedang menyusun kekuatan untuk melakukan peberontakan.

Jayanegara yang tersulut bisikan Mahapati langsung mengirim pasukan untuk menggempur Lumajang. Setelah Lumajang hancur dan Nambi juga tewas mengenaskan. Mahapati semakin leluasa, dia menjadi orang yang memiliki peranan penting dalam pemerintahan di Majapahit. Dia pun akhirnya diangkat menjadi patih oleh Prabu Jayanegara.

Pada tahun 1319 terjadi pemberontakan Ra Kuti. Pemberontakan ini dapat ditumpas oleh Gajah Mada yang pada perkembangannya menjadi abdi kesayangan Jayanegara. Setelah adanya pemberontakan Ra Kuti ini, hubungan Jayanegara dan Mahapati mulai merenggang. Pada akhirnya semua kejahatan Mahapati terbongkar. Mahapati dihukum mati dengan cara di cincang layaknya babi hutan.

Mahapati sebenarnya hanya nama samaran, yaitu Maha berarti besar dan pati yang berarti penguasa. Sehingga Mahapati adalah seorang yang memiliki ambisi sebagai penguasa yang sangat besar. Kisah ini hanya diceritakan di kitab Pararton dan Kidung Sorandaka.

Referensi pihak ketiga
Sumber: idsejarah.net/2016/09

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mahapati, Patih Majapahit yang Berakhir Dihukum Mati dan Tubuhnya pun Dicincang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel