Identik dengan makanan orang susah, 9 santapan ini naik kelas

Kalau masalah makanan ini dahulunya memang penamaannya tergantung dari situasi dan kondisi saja. Dikarenakan sudah melekat, hingga sekarang nama makanannya masih sama. Akan tetapi posisinya yang sudah berbeda, karena lebih menyasak semua kalangan.

Jika berbicara mengenai kasta maka yang terlintas dari pikiran adalah orang kaya dan miskin. Kasta merupakan bentuk stratifikasi sosial yang ditandai oleh pewarisan status sosial secara turun-temurun yang disertai dengan penetapan peran sosial, pekerjaan, aturan perkawinan dan norma pada kelompok dalam sistem tersebut.

Kasta ini biasanya diikuti dengan serangkaian gaya hidup. Semisal gaya hidup orang kelas bawah tentu beda dengan orang kaya. Begitu pun dengan makanan yang disantap. Salah satu contohnya adalah pizza.

Dulunya pizza ini dianggap sebagai makanan orang-orang dari golongan ekonomi menengah ke bawah? Pasalnya, pizza original, yaitu pizza margherita memang cuma menggunakan keju, tomat, dan basil yang sama sekali tidak istimewa. Setelah topping pizza mulai beragam, barulah makanan ini mulai populer di segala kalangan.

Tak hanya itu saja, beberapa makanan dari Indonesia pun banyak yang dulunya identik dengan citra orang susah. Berikut ini makanan-makanan yang dulunya disebut santapan orang miskin, tapi kini banyak yang sudah naik kasta menjadi sajian di restoran seperti yang dilansir brilio.net dari merdeka.com, Senin (17/2).

1. Sate Kere

foto: Instagram/@waosansurakarta

Sate Kere merupakan salah satu kuliner yang cukup populer di Yogyakarta dan Solo. Dulunya makanan ini dianggap sebagai makanan orang miskin, karena dibuat dari bahan-bahan murah seperti tempe gembus dan lemak sapi.

Kini sate kere sudah menjadi jajanan kaki lima populer. Kadang-kadang juga menggunakan jeroan seperti usus atau babat. Semakin populer lagi karena dikenal sebagai jajanan favorit keluarga presiden Joko Widodo.

2. Kerupuk Melarat

foto: Instagram/@aboutcirebon.food

Kerupuk satu ini terkadang disebut juga kerupuk pasir dan ada pula yang menyebutnya kerupuk upil. Warga Cirebon sendiri lebih familiar dengan nama kerupuk melarat. Disebut demikian, karena panganan ini memang terbuat dari bahan yang murah meriah.

Kerupuk melarat dibuat dari singkong dan digoreng dengan pasir. Tak perlu pakai minyak, sehingga hemat biaya. Kadang disantap dengan saus petis kental yang sudah dicampur kanji atau saus asam pedas.

3. Genjer

foto: Instagram/@mattan_chai

Genjer merupakan salah satu jenis makanan yang paling banyak disukai dan menjadi makanan rumahan paling laris. Genjer juga masuk dalam daftar makana orang miskin tadinya. Pasalnya, tanaman ini memang dulunya cuma dimakan saat sudah kepepet. Kalau sudah tak ada yang bisa disantap, barulah warga turun ke sawah atau sungai untuk mencarinya.

Genjer sendiri sebenarnya merupakan jenis gulma yang dianggap mengganggu pertanian. Penampilannya mirip eceng gondok, namun tidak mengapung di air.

4. Ikan Asin

foto: Instagram/@lapakmusiman56

Siapa sangka ikan asin yang tadinya identik dengan makanan orang susah kini menjadi sajian nikmat di restoran mewah. Namu meski begitu, cita rasanya sebagai ndeso masih bertahan.

Pasalnya sebagian besar ikan asin memang dibuat dari ikan kualitas rendah yang tidak laku dijual. Diawetkan dengan garam agar bisa dikonsumsi dalam waktu lama. Walaupun ada juga ikan asin dari ikan berkualitas. Tapi jenis yang terakhir ini biasanya juga lebih mahal di pasaran.

5. Tiwul

foto: Instagram/@ningrum4118

Tiwul merupakan yang cukup jadul, makanan ini identik dengan makanan orang kurang mampu. Warga Gunung Kidul, Wonogiri, dan daerah lain di Jawa tak jarang mengonsumsi nasi dicampur tiwul.

Tiwul sendiri adalah sumber karbohidrat pengganti beras yang terbuat dari singkong. Sekarang masih sering dikonsumsi sebagai panganan tradisional. Sudah ada yang dikemas secara modern pula.

6. Singkong

foto: Instagram/@oktianokti

Singkong memang menjadi makanan yang cukup enak, belum lagi olahannya sangat digemari banyak orang. Warga yang kurang mampu lebih suka menanam singkong daripada tanaman pangan lainnya, karena umbi dan daunnya bisa dikonsumsi.

Singkong juga mudah ditanam, cukup dengan menancapkan batangnya yang sudah dipotong-potong ke dalam tanah. Meski sering disebut makanan orang susah, namun nikmatnya singkong tak bisa dibohongi, tak heran jika menjadi makanan yang banyak disukai.

7. Bekicot

foto: Instagram/@amril_t

Hewan mollusca ini juga kerap dianggap hama, karena sering memakan daun tanaman di kebun dan ladang. Selain itu, penampilan dan fakta bahwa hewan ini kerap ditemukan di selokan dan parit membuat banyak orang jijik.

Namun kadang bekicot juga disantap sebagai lauk, meskipun prosesnya cukup panjang. Bekicot harus dikeluarkan dari cangkangnya terlebih dahulu, kemudian digosok bersama garam dan cuka. Lalu masih harus direbus bersama air kapur sirih pula.

8. Yuyu Sawah

foto: Instagram/@tirzaalvina1303

Ketam, yuyu, atau cuyu juga termasuk hama pertanian. Mudah ditemukan di parit, lumpur, atau saluran air. Aromanya cukup menyengat, sehingga jarang disantap. Namun beberapa daerah juga menjadikan yuyu sawah sebagai sumber protein. Biasanya diolah menjadi sayur bobor.

9. Batang Talas

foto: Instagram/@ocha_chupid

Tanaman talas atau keladi memiliki batang tebal dengan tekstur lunak. Biasanya bagian tanaman yang disebut lompong ini diolah menjadi sayur bobor atau tumisan.

Jika dimasak rasa lompong sebenarnya cukup lezat, namun juga mengandung getah yang bisa mengakibatkan gatal di lidah atau sakit tenggorokan bagi beberapa orang. Karena itulah batang dari umbi keladi yang sudah dipanen lebih sering dijadikan pupuk atau makanan ternak.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Identik dengan makanan orang susah, 9 santapan ini naik kelas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel