Ditanya Deddy Corbuzier Sampai Kapan Beri Bantuan, Pengusaha Asal Solo: Saya Mati Tidak Bawa Apa-apa


Ditengah pandemi virus corona semacam ini tentu saja banyak orang yang merasakan kesusahan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, terutama mereka yang mengandalkan jualan sebagai sumber penghasilannya. Karena memang saat digelakkannya pembatasan sosial berskala besar membuat orang pada harus diam diri di rumah saja.

Syukurnya masih cukup banyak orang kaya yang sadar diri sehingga dapat membantu mereka yang tengah membutuhkan asupan makan demi mempertahankan hidup, seperti Habib Hasan Mulachela ini misalnya.

Beberapa waktu lalu di sekitar Solo Raya viral aksi sosial pengusaha catering asal Pasar Kliwon, Solo, Habib Hasan Mulachela (65) , yang membantu masyarakat di tengah maraknya pandemi Corona.

Diberitakan sebelumnya dalam aksinya tersebut pengusaha ini mengaku terpukul hatinya melihat rakyat kecil seperti tukang becak, tukang sol sepatu yang hanya terdiam tanpa orderan.

"Saya lihat tidak ada kegiatan, mereka juga terpukul secara ekonomi," kata Habib Hasan dihubungi TribunSolo.com, Rabu (1/4/2020).

Kondisi itu membuat Habib Hasan tak tenang, dari pada hanya berpangku tangan Habib Hasan memutuskan turun langsung.

Dia ingin meringankan beban rakyat kecil tersebut.

"Tiap hari saya bagi 500 kg beras untuk 100 orang masing-masing 5 kg, ditambah Rp 100 ribu," kata Hasan.

Tak lama setelahnya karena aksinya tersebut kemudian menarik perhatian Deddy Corbuzier untuk menelponya dalam acaranya di Hitam Putih Trans 7, Rabu (15/4/2020).

Dalam sesi telpon tersebut hal yang menjadi perhatian Deddy Corbuzier adalah mobil sport milik Habib Hasan yang sering digunakannya untuk membagikan bantuannya.

''Ini kan ada mobil sport ya sejak kapan mobil sport buat angkut beras?'', Ujar Deddy Corbuzier.

Pengusaha catering, Habib Hasan, saat membagikan sembako di kawasan Pasar Kliwon, Solo, Rabu (1/4/2020). (TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO)

Pengusaha catering ini pun menjelaskan jika dirinya telah melakukan aksinya jika sudah hari ke delapan menggunakan mobil sport nya.

Sama seperti yang disampaikannya kepada Tribunsolo.com, Habib Hasan juga menjalaskan jika aksinya tersebut dilakukan setiap hari dengan total bantuan 500 kg beras dan uang tunai total Rp 10 Juta setiap harinya.

Saat ditanya Deddy Corbuzier soal bagaimana  cara mendistribusikanya, pengusaha catering ini pun tak kuasa menahan pilu saat menjelaskanya.

"Saya yang mendatangi sendiri ketika mereka yang susah, kasihan mas Deddy mereka dalam keadaan sulit semuanya mereka panik mereka diberhentikan dalam pekerjaanya yang abang becak tidak ada penumpangnya", ujar pengusaha 65 tahun ini tak kuasa menahan kesedihan.

Kakek ini menjelaskan jika dengan ia membantu secara langsung bisa mengetahui bagaimana yang dirasakan masyarakat, dan tak lupa menggunakan alat pelindung diri saat bertemu masyarakat.

Habib Hasan pun kemudian menjelaskan jika di daerahnya (Solo) kini sudah mulai banyak bantuan yang bermunculan di masyarakat dalam bentuk makanan dan sembako.

Deddy Corbuzier kemudian menanyakan soal berapa lama bantuan akan terus dilakukan. 

''Apakan yang dilakukan Habib ini akan terus dilakukan apa ada jangka waktunya Habib stop?'' tanya pembawa acara Hitam Putih.

"Insyaallah terus.. saya jual (berikan) harta saya ini untuk mereka.. saya mati ini tidak membawa apa-apa buat apa disimpan" jawab pengusaha asal Pasar Kliwon ini.

Terkait dengan usahanya pengusaha ini pun menjelaskan jika sudah 2 minggu lebih usahanya diberhentikan akibat wabah corona ini.

Di akhir perbincangannya Deddy Corbuzier pun bertanya mengapa menggunakan mobil sport saat berbagi kepada masyarakat.

Pengusaha ini pun menjelaskan jika ia ingin membuat masyarakat sadar walaupun orang punya mobil sport mau berbagi dan dateng ke kampung-kampung.

"Iya supaya mereka tau ini loh orang punya mobil bagus tapi mau berbagi mau datang ke kampung-kampung" ujarnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ditanya Deddy Corbuzier Sampai Kapan Beri Bantuan, Pengusaha Asal Solo: Saya Mati Tidak Bawa Apa-apa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel